Virgil van Dijk Jadi Pembelian Termahal Untuk Seorang Bek

Clearabella.com – Virgil van Dijk resmi menjadi pemain Liverpool setelah dipinang dari Southampton dengan harga £75 juta pound. Pembelian Liverpool atas Virgil van Dijk menjadi pembelian termahal untuk pemain bertahan hal ini tentu membuat Liverpool memecah rekor baru untuk transfer musim ini.

Liverpool memang telah lama memperhatikan Virgil van Dijk dan genjar memburunya, bahkan Liverpool sampai mendapat tudingan miring dari pihak Southampton. Southampton mengeklaim Liverpool telah melakukan pendekatan yang bersifat ilegal kepada Virgil van Dijk.

Menanggapi tudingan miring dari Southampton pihak Liverpool mengajukan permintaan maafnya. Setelah masalah tudingan miring tersebut selesai akhirnya Liverpool memenangi perburuan Virgil van Dijk dan resmi mendapatkan tanda tangannya.

Meski belum ada kepastian tentang ulasan transfer Virgil van Dijk, namun, dari Southampton membenarkan bahwa proses transfer Virgil van Dijk ke Liverpool akan membuat rekor baru untuk seorang bek.

“Senang dan merasa terhormat untuk sepakat menjadi pemain Liverpool!” kata Van Dijk, yang pernah sempat meminta untuk dijual oleh Southampton pada musim panas lalu, dalam unggahannya di laman Instagram.

“Hari ini adalah hari yang membanggakan bagi saya dan keluarga karena saya bergabung dengan salah satu dari klub terbesar di dunia.” imbuhnya.

“Saya tak sabar untuk segera mengenakan kostum merah ternama untuk pertama kalinya di hadapan The Kop dan akan memberikan segalanya demi membantu klub hebat ini meraih sesuatu spesial dalam beberapa tahun ke depan.” tutur van Dijk.

Van Dijk sendiri diketahui juga diburu oleh Pep Guardiola, pihak Manchester City kabarnya telah menyiapkan dana sebanyak £60 juta untuk memboyong Van Dijk dari Soton. Namun, harapan itu pupus setelah Liverpool secara resmi berhasil mendapatkan tanda tangan dari van Dijk.

Uli Hoeness: Saya Bimbang Menentukan Masa Depan Jupp Heynckes Di Bayern Munich

Clearabella.com – Jupp Heynckes, yang menjadi pelatih Bayern Munich dikabarkan akan habis kontrak pada masim ini. Jupp Heynckes diberikan wewenang untuk melatih Die Roten setelah Carlo Ancelotti lengser dari kursi kepelatihannya. Menanggapi kontrak Heynckes yang akan berakhir, Presiden Bayern Munich, Uli Hoeness, masih dibingungkan dengan keputusan apa yang akan diambilnya.

Jupp Heynckes yang membawa tren positif dan membuat Bayern Munich mendapat performa terbaiknya, membuat Hoeness gelisah dan bingung untuk mengajukan permintaan perpanjang jasa kepelatihan Jupp Heynckes. Hoeness juga menambahkan, dirinya tidak akan terlalu memaksa Heynckes untuk tetap memegang kendali Bayern Munich.

“Tentu para penggemar akan senang jika Heynckes tetap berada di sini musim depan. Aku selalu bilang, biarkan sekarang ia menyelesaikan pekerjaanya dan setelah itu ia akan kembali ke istri dan anak-anaknya,” kata Hoeness.

“Untuk saat ini, aku masih belum memikirkan alternatif nama lain. Satu-satunya pelatih yang menganggur hanyalah Thomas Tuchel. Tapi, tidak perlu didramatisir,” lanjut Hoeness.

Diberitakan juga untuk sekarang ini Heynckes belum tertarik untuk membahas kontraknya dengan Die Roten. “Kesepakatan kami sudah jelas sejak awal. Jadi, tidak ada yang perlu diperdebatkan lebih jauh untuk saat ini,” tuturnya.

Bayern Munich sendiri telah memastikan menjadi juara Bundesliga dengan 41 poin, melesat jauh meninggalkan pesaing terdekatnya Schalke 04 diposisi kedua dengan 30 poin dan Borussia Dortmund diposisi ketiga dengan 28 poin.

Era Mourinho Mancheter United Lebik Baik

Clearabella.com – Manchester United yang diarsiteki oleh Jose Mourinho, diakui oleh Bryan Robson, Legenda Manchester United, sebagai masa kejayaan Manchester United. Robson menilai permainan The Red Devil menjadi lebih baik.

Jose Mourinho yang didatangkan pada musim lalu. Langsung membersembahkan treble winner kepada Manchester United. Mourinho berhasil membuat The Red Devil menjuarai Community Shield, Piala Liga dan Liga Europa.

Torehan ini tentu baik, dan menunjukan kenaikan performa Manchester United. Manchester United pada era Louis van Gaal berhasil menjuarai Piala FA. Namun, dinilai permainan The Red Devil kala itu sangat monoton.

“Saya pikir kami terus membaik sebagai tim sepak bola dan sebagai klub sepak bola, kami kembali ke tempat dimana kami seharusnya berada,” ucap Robson seperti dilansir Soccerway.

“Anda harus mengatakan pada musim sebelum Mourinho datang, saat kami memenangkan Piala FA, yang sangat bagus untuk dilakukan, tapi penampilannya tidak bagus dan bagi saya, kami seperti mundur saat itu.”

“Bagi saya, sejak Mourinho datang, kami sudah mulai membaik. Kami memenangkan tiga piala tahun lalu dan mari kita lihat apa yang bisa kami menangkan tahun ini,” Robson mengakhiri.

Manchester United sendiri kini harus tersinggkir dari perebutan trofi Piala Liga, karena ditumbangkan oleh Bristol City pada Kamis (21/12/2017) dinihari WIB. Kendati demikian, Manchester United masih berpeluang memperoleh trofi Liga Inggris, Liga Champions dan Piala FA.

Legenda Manchester United: Ini Faktor Zaha Gagal Jadi Bintang Di Man United

Clearabella.com – Wilfried Zaha, pemain yang pernah bermain di Manchester United pada era David Moyes, kala itu memang tidak menyuguhkan penampilan yang apik atau luar biasa. Hal ini pun dibenarkan oleh Legenda Manchester United, Rio Ferdinand.

“Saya pikir dengan transfer, masalah waktu bisa menentukan sukses dan keberhasilan. Saya pikir Zaha masih terlalu muda, tidak berpengalaman, membutuhkan waktu untuk matang, dan saya pikir dia tidak mendapat cukup kesempatan di MU,” ucap Ferdinand kepada BT Sport.

“Manajer David Moyes berada di bawah tekanan pada saat itu, dan dia tidak melihat Zaha sebagai pemain andalahnnya. Jadi, saya pikir waktu adalah faktor kunci.”

Zaha yang kini bermain bersama Crystal Palace, memang pernah gagal menjadi idola publik Old Trafford, setelah di boyong pada tahun 2013 lalu. Permainannya diakui kurang berkembang dan tidak menunjukan kenaikan performa.

Namun, sekarang Zaha telah menjadi pemain andalan Crystal Palace, sekaligus membuat namanya menjadi salah satu winger terbaik Liga Inggris.

“Saya pikir jika Zaha punya waktu lagi, dia mungkin akan melakukan beberapa hal secara berbeda, tapi apa yang akan saya katakan, dalam hal kemampuan alami, kemampuan mentah, dia salah satu yang terbaik.”

“Anak ini, jika Anda mengatakan kepadanya bahwa saya ingin Anda menggocek bek sayap lawan, dia akan menjadi salah satu pemain pertama saya di liga karena dia memiliki kemampuan itu, dia bisa menggocek siapa saja. Saya pikir dia berada di jalur yang benar sekarang. Dia sangat percaya diri, dia merasa nyaman kembali ke Palace,” ujar Ferdinand.