Gary Neville Menilai Liverpool Sangat Tajam

Clearabella.com – Liverpool musim ini memang menjadi tim yang mempunyai lini depan yang sangat tajam, terbukti dalam laga menghadapi Manchester City di Anfield, Liverpool berhasil memperpanjang rekor buruk Manchester City di Anfield. Sekaligus menjadi tim pertama yang berhasil memberika kekalahan kepada Manchester City.

Melihat hasil ini membuat salah satu legenda Manchester United, Gary Neville mengakui jika barisan depan Liverpool tidak bisa dianggap remeh karena berhasil membuat empat gol ke gawang tim sekelas The Citizen.

Bahkan Neville mengatakan jika barisan depan Liverpool sangat menakutkan. Roberto Firmino dkk berhasil membuat barisan belakang Man. City kewalahan dan bisa merusak ritme pemainan mereka, terlebih Liverpool juga mematahkan rekor Man. City yang telah bertahan dari Januari tahun lalu.

“Penyelesaian akhir yang indah. Firmino, Salah, dan Mane trio yang mematikan. Saya selalu berpikir tentang barisan penyerang yang enggan saya hadapi dan saya tidak mau bertemu dengan para pemain Liverpool itu,” tutur Nevilla kepada Sky Sports, Senin (15/1/2018).

“Mereka berlari tanpa bola dan ke arah yang tidak saya sukai. Mereka juga menyusuri antara bek sayap dan bek tengah hingga menimbulkan pertanyaan kapan harus meninggalkan mereka, kapan harus memasang jebakan offside dan kapan harus menyerahkannya pada bek tengah,” Neville menambahkan.

Dengan hasil mengejutkan ini tentu membuat anak-anak asuhan Kloop berhasil menduduki peringkat tiga klasmen sekaligus menggeser Chelsea yang sebelumnya menduduki peringkat tiga klasmen.

Era Mourinho Mancheter United Lebik Baik

Clearabella.com – Manchester United yang diarsiteki oleh Jose Mourinho, diakui oleh Bryan Robson, Legenda Manchester United, sebagai masa kejayaan Manchester United. Robson menilai permainan The Red Devil menjadi lebih baik.

Jose Mourinho yang didatangkan pada musim lalu. Langsung membersembahkan treble winner kepada Manchester United. Mourinho berhasil membuat The Red Devil menjuarai Community Shield, Piala Liga dan Liga Europa.

Torehan ini tentu baik, dan menunjukan kenaikan performa Manchester United. Manchester United pada era Louis van Gaal berhasil menjuarai Piala FA. Namun, dinilai permainan The Red Devil kala itu sangat monoton.

“Saya pikir kami terus membaik sebagai tim sepak bola dan sebagai klub sepak bola, kami kembali ke tempat dimana kami seharusnya berada,” ucap Robson seperti dilansir Soccerway.

“Anda harus mengatakan pada musim sebelum Mourinho datang, saat kami memenangkan Piala FA, yang sangat bagus untuk dilakukan, tapi penampilannya tidak bagus dan bagi saya, kami seperti mundur saat itu.”

“Bagi saya, sejak Mourinho datang, kami sudah mulai membaik. Kami memenangkan tiga piala tahun lalu dan mari kita lihat apa yang bisa kami menangkan tahun ini,” Robson mengakhiri.

Manchester United sendiri kini harus tersinggkir dari perebutan trofi Piala Liga, karena ditumbangkan oleh Bristol City pada Kamis (21/12/2017) dinihari WIB. Kendati demikian, Manchester United masih berpeluang memperoleh trofi Liga Inggris, Liga Champions dan Piala FA.

Legenda Manchester United: Ini Faktor Zaha Gagal Jadi Bintang Di Man United

Clearabella.com – Wilfried Zaha, pemain yang pernah bermain di Manchester United pada era David Moyes, kala itu memang tidak menyuguhkan penampilan yang apik atau luar biasa. Hal ini pun dibenarkan oleh Legenda Manchester United, Rio Ferdinand.

“Saya pikir dengan transfer, masalah waktu bisa menentukan sukses dan keberhasilan. Saya pikir Zaha masih terlalu muda, tidak berpengalaman, membutuhkan waktu untuk matang, dan saya pikir dia tidak mendapat cukup kesempatan di MU,” ucap Ferdinand kepada BT Sport.

“Manajer David Moyes berada di bawah tekanan pada saat itu, dan dia tidak melihat Zaha sebagai pemain andalahnnya. Jadi, saya pikir waktu adalah faktor kunci.”

Zaha yang kini bermain bersama Crystal Palace, memang pernah gagal menjadi idola publik Old Trafford, setelah di boyong pada tahun 2013 lalu. Permainannya diakui kurang berkembang dan tidak menunjukan kenaikan performa.

Namun, sekarang Zaha telah menjadi pemain andalan Crystal Palace, sekaligus membuat namanya menjadi salah satu winger terbaik Liga Inggris.

“Saya pikir jika Zaha punya waktu lagi, dia mungkin akan melakukan beberapa hal secara berbeda, tapi apa yang akan saya katakan, dalam hal kemampuan alami, kemampuan mentah, dia salah satu yang terbaik.”

“Anak ini, jika Anda mengatakan kepadanya bahwa saya ingin Anda menggocek bek sayap lawan, dia akan menjadi salah satu pemain pertama saya di liga karena dia memiliki kemampuan itu, dia bisa menggocek siapa saja. Saya pikir dia berada di jalur yang benar sekarang. Dia sangat percaya diri, dia merasa nyaman kembali ke Palace,” ujar Ferdinand.